13 February 2008

Ngintip si "Barry"


Sadar atau tidak... saya seringkali 'ngintip2' rangkaian pesta rakyat-nya paman Sam. Mungkin juga dengan Anda. Betapa tidak, & jujur saya mresa kok' sepertinya sy secara pribadi menaruh harapan 'baik' jika 'salah satu' kandidat dari ke-4 orang yg lagi tanding ini akan menang di November mendatang.

Sosok muda brilliant dengan latar belakang ras yg berbeda dari ke-3 pesaing nya; riwayat keluarga yang tidak indah; masa remaja yg dilewatinya dng kasus2 'lazim' anak muda (menurut beberapa sumber pernah nyenggol2 narkoba) tapi memiliki jiwa yg sepertinya haus akan perubahan baik. Terlepas dari pandangan kaum muslim sini yg mencap dia seorang murtado...,

Saya yakin banyak pihak yang mengharapkan perubahan2 'sensasional' dari keputusan cemerlangnya kelak yang mau-tidak mau akan memberikan dampak besar bagi dunia

Pagi ini, lagi2 sy ngintip situs brita terkenal di negaranya paman sam itu, heee bunyinya kurang lebih kayak beginih: In total delegates, Cl****n tops O***a 1,157 to 1,145, according to C** estimates

Gimana dengan negeri dongeng Ind****** yah??? diantara calon2 yg sedari dini sudah memproklamirkan diri siap bertarung tahun depan, klo tidak salah tebak&dilihat dari luar rata-rata berusia > 1/2 abad...

Saya berandai2 jika sebelum akhir 2008 ini, akan muncul sosok sperti "si Anak Menteng" paman Sam ini, yang siap menyihir dunia perpolitikan di negri dongeng Ind****** dengan petronus-nya yg mampu menghalau para dementor yg slalu menghisap hal2 baik dari jiwa para staf2 kementrian negeri dongeng dan memuntahkan jiwa2 korupt...

maaf, terinspirasi kisah2 teman sayah yg tiga sekawan itu dinegerinya...,'anaknya' ngga pinter2 amat kaya temennya yg perempuan, tapi dia brani & mendapatkan banyak dukungan....

19 November 2007

Menuju Kebersamaan

Minggu 18 Nov 2007 pukul 19.15-an, sudah hampir 10 km sy pacu mio ini di sepanjang jl. Gatot Subroto dan tinggal 10 km-an lagi menuju salah satu belahan hati yg sejak sabtu pagi sy tinggal dirumah kakenya.

Jakarta terasa lebih ramah malam itu, dan mungkin jauh lebih bersahabat dari pada saat siang, mungkin setelah dari hari Sabtu s/d minggu sore tidak disesaki oleh kebulan asap buangan kendaraan yg biasanya terkonsentrasi hampir disetiap jalur2 protokol ibukota tercinta. Saya merasa benar2 menghirup O2...nyaman dengan udara sejuk cenderung hangat, meski tidak menutup kaca helm saya < sengaja di buka! abiss gelap sih..., maklum built-in-an pabrik motornya...> dan sebagian wajah dengan slayer.

Sesekali laju motor sy & kendaraan lain tersendat hanya dibeberapa titik keluar pusat2 rekreasi blanja warga ibukota yg slalu panen pengunjung di setiap akhir pekan..Dari Gatot Subroto sy teruskan laju rata2 40 km-an ini ke jalur Permata Hijau & belok dipersimpangan menuju & hingga ujung Joglo Raya..mmm kurang dari 5 km lagi..

" Mama, datang untuk bersama Alma tersayang"

critanya begini:

Hampir satu bulan semenjak akhir libur Syawal-an (alias. lebaran) para bidadari-sy terpaksa harus dititipkan dibawah asuhan kake&nene-nya dikawasan itu tadi (Ciledug-Karangtengah). Sementara mbapa'e anak2 terpaksa tidak dpt mendampingi kami karna lokasi kerja yg lebih dekat dari rumah di Cilangkap, akhrinya berbagi tugaslah kami slaku orang tua.

Sejak Jum'at kemarin sang Kaka (si sulung) gantian nginep di tempat nene-nya yg satu lagi... di bilangan condet....

Intinya begini:

sampai detik ini sy masih & akan terus membagi hati & pikiran pada belahan2 hati (kaka', alma & ayah), meski ayah sudah amat mandiri & kaka sudah mulai bisa mandiri di tinggalin mamanya..teteppp!!!! hati ini trasa..gimanaaa gitu "Ibu macam apa saya ini..!!"

kesimpulannya begini :

Ingin rasanya meng'akhiri' petualangan membosankan ini, bergelut dgn kesibukan kantor, berharap mendapat kan lebih , slalu pulang dlm kondisi letih..., kadang cuek meski anak trus melirih..<>.

Bergelut dng keseharian di rumah, ngga pusing mikirin pembantu/pengasuh tiap mau&abis lebaran..., membuang sebagian pendapatan rumah dengan tidak melewatkan masa perkembangan anak2, ngehemat : gaji pembantu, guru les ini-itu, guru ngaji de-el-el, de-el-el...

buat Kaka Diva & Alma para bidadari mama....
Do'akan mama semoga Allah SWT memberikan keyakinan& petunjuk sesegera mungkin agar segala harapan mama diatas bisa terwujud sehingga kita besa trus bersama, dengan mama yg juga bisa produktif bantu ayah...

Insya Allah BISA !!!! mama ngga kurang2 berdo'a u/ kebersamaan & persatuan kita.. SEMANGAT !!!!!

30 August 2007

Alumni

Setelah kurang lebih 10 tahun meninggalkan gerbang SPK Tangerang* (Sekolah Perawat Kesehatan.red), ternyata cukup besar rindu yg terpendam u/ kembali mengenang masa 3 tahun hidup di satu lingkungan pagar siang&malam. Kenangan saya & juga teman2 alumni yg lain mungkin akan lebih membekas dibanding anda2 yang menempuh jalur pendidikan umum, karna hampir tiap detik selama itu kami lalui bersama dilingkungan Asrama...mmm

Maka sodara2, jangan heran klo saya ini dulu pinter 'nyuntik' (melakukan tindakan injeksi katanya "ngga berasa klo disuntik sm suster Lia!", heee) bukan narsis, karna hal tersebut terlontar dari salah satu akseptor KB Suntik tempat sy dulu 10 bulan bekerja di sebuah Rumah Bersalin (MULYA RAHAYU) kawasan Curug-Tangerang (deket2 pertigaan skolah pilot PLP-Curug)

Hingga kini hampir 9 thn dunia keperawatan saya tinggalkan, namun yang pasti banyak ilmu yang secara garis besar dapat terus dipraktikan dlm tingkat keluarga..(karna meski ga pernah jadi rengking satu dikelas, sy tuh ngga bego2 amat!!...tanya aja sm alumni yang lain, tapi cuman si kasep ini yang ternyata baru sy ketahui 'ngesot' bareng di dunia maya)

Meski bukan lagi praktisi di bidang itu, namun saya tentu memahami apasaja/bagaimana seharusnya para 'partner' dokter itu dlm bekerja. Mirisnya seiring majunya IPTEK di dunia 'asuhan keperwatan' tidak semua di-iringi dengan majunya kualitas mental&insting para 'nurse' dlm membantu proses penyembuhan pasien. Rasa iba dan keinginan u/ memeberikan support moril pada pasien, terkungkung oleh regulasi "ASKEP*2" yang terinci dlm buku2 tebal di kampus.
(askep* atau ASuhan Keperawatan = adalah Kegiatan profesional Perawat yang dinamis, membutuhkan kreativitas...)

tapi banyak-nya Perawat masa kini lebih terfokus pada pembekalan teori2 'How to cure people' dari pada memotivasi diri untuk menciptakan kreativitas2 yang dpt membangkitkan semangat pasien u/ sembuh. Padahal smoga tidak lupa bahwa ada teori yg menyebutkan bahwa 60% faktor penyembuh pasien dari penyakitnya adalah keyakinan,semangat&keinginan mereka sendiri untuk sembuh...percaya atau kita bahwa para prawat yg manis&ramah&concern dapat menumbuhkan presentasi tersebut..

makanya sodara2, kalo dulunih...dulu..., jgn heran klo ada aja orang tua yg dateng ketemu orangtua kita-kita u/ ngedaftarin putra2 mreka (alias tanya2in kira anaknya yg perawat sudah punya 'calon' atw belum?) dari kalangan family, tetangga sekampung ampe orang tua pasien...heee...

27 August 2007

dunno what to say...

Otak manusia yg terdiri dari milyaran sel otak, ternyata rata2 yg digunakan oleh orang Indonesia 'katanya' tidak lebih dari 5%, padahal manusia lahir dengan 'blueprint' yg multi potensi. Dengan pengaruh lingkungan, sosial & budaya yg memberi pengaruh positif, maka dptlah kiranya lahir karya2 bagus/Indah/baik bahkan genius dari mahluk yg namanya ' MANUSIA'
(dikutip dari presentasi Prof.Dr.Conny Semiawan mantan rektor IKIP)

Begitu yg sy alami saat2 ini,,,begitu banyak ide2 untuk posting tapi terpaksa tidak tersalurkan ; I knew I'm thingkin' but dunno what to say......

Entah gimana blogger2 seperti : Bang Aip, Mas Hormon, Pakde Tyo, Neng Tika de-el-el begitu ekspresif dlm menuangkan isi sel2 otak-nya sehingga gerakan jari2 mereka berhasil meng-upload info2 atraktif&informatif...(mau dong..resep-nya)

19 June 2007

Sap terdepan dibalik hijab

Terima kasih buat Enoy atas pinjaman majalah TARBAWInya yg belum sempat dikembalikan...ga tau nyelip di mana (dirumah), Ulasan tentang manfaat dari sholat Shubuh berjama'ah.

Sedari itupun trus gw usahain untuk tidak absen di mushola, dihari pertama, ternyata ketakutan gw hilang ; karna ternyata gw ga sendiri disana, seorang ibu tua sudah duduk tuma'ninah siap menunggu detik2 komat dikumandangkan. Hari ke-2, 3 dst bliau ternyata 5 waktu berjama'ah (menurut pengakuannya) beberapa minggu kami lalu sampai akhirnya aku hrs absen, ketika hadir lagi bliau bertanya "Kemaren kemana aja neng???", "Biasa nek, lagi halangan" (alasan klise)

Alhamdullillah minggu ini kami punya teman baru, seorang ibu tua juga tp lebih junior dari si nenek..., selalu datang duluan, kalo ngomong gw ngga ngerti kayanya pake bahasa madura. Dan Tadi pagi pun Alhamdulillah lagi gw nuntun temen baru untuk subuh berjama'ah, setelah kemaren subuh nenek gw yg kebetulan skarang ikut dirumah ngeluh.."kok, kamu ke mushola ngga ngajak2 nenek..."


Nenek tua, teman subuh ku yg paling senior sering kali terlihat mengasuh;menggendong & menyuapi seorang balita. Cucu katanya. Oh...!! (pikir gw), sore spulang kantor kadang terlihat duduk2 dipagar rumah tetangganya (sambil menunggu detik2 adzan berkumandang...), tiap malam Jum'at kami slalu bersua di pengajian Yaasin-an RT dari situ gw tau bahwa bliau adalah orang tua dari Assisten Guru (Pimpinan ta'lim)...

Beribu satu tanya;komentar; keluh yg pengen gw ajukan terhadap bliau tapi biarlah !!!

(ket pic:Yg lg berdiri >senior, lalu nenek gw yg sholatnya sambil duduk, sebelahnya lg kudunya gw..cuman ni subuh lg blagu jd fotografer, nah yg paling gede pic-nya itu yg orang jawa/madura kali yeee tadi subuh dah bdiri aja diteras musholah ngeluh lom wudhu coz tmpt wudhunya masih di kunci, minta tolong ma ustad/marbot-nya malah dicuexin...kasian lu nek padahal pas gw iseng cek ternyata ngga di kunci cuman aga susah bukanya...pic diambil td subuh 20 juni 2007)

Kalau lengkap, sap terdepan di wilayah perempuan ini baru terisi 4 orang (karna td subuh anggota seniornya absen..Heee) gw yakin bukan karna alasan lagi EM

16 May 2007

Menyendat laju mental korupt...(Bab.II)

Tadi malam (15 Mei 2007), saya mendapat kunjungan silaturahmi 'istimewa' dari bapak Wakasudin. Kependudukan Capil Timur (DKI) yang hendak mengklarifikasi &menindaklanjuti keluhan saya (lihat disini) selaku warga DKI terhadap pelayanan yang diberikan jajaran Beliau.

Sebenarnya selain melalui situs resmi Dinas Kependudukan Capil DKI, komplain ini juga saya layangkan melalui suara pembaca Detik.Com dan email langsung kpd Bpk. Kadin Drs. H. Khamil Abdul Kadir, MSi ( kadin_capil@jakarta.go.id)

U/ diketahui teman2 bahwa suara pembaca saya di Detik.com kok menghilang yaaa? terlepas dari apa pun penyebabnya. Saya harap kunjungan silaturahmi ini bukan hanya sekedar "Reaksi ketika di Teriaki" melain kan akan berlanjut menjadi reaksi menyeluruh bagi pelayanan umum di Dinas tersebut, karna jika tidak maka kasihan pa' Wakasudin yg tiap kali harus berkunjung jauh2 ke pelosok wilayah timur DKI (pondok ranggon...waxxx) atau ke pelosok lain tiap kali ada teriakan keluhan melalui media publik. Terima kasih yg sebesar2nya serta maaf sudah direpotkan karna harus 'bertugas' diluar 'jam dinas'.

Untuk "oknum petugas" yg ter'colek' namanya atas keluhan ini. Saya ucapkan terima kasih u/ kebesaran hati anda menerima 'kesalahan' (entah sistem/perorangan). Sesungguhnya usaha saya ini semata2 sebagai kecintaan saya selaku warga yg belajar disiplin juga sbg sesama muslim yg wajib saling bantu dalam hal kebaikan dalam menjauhkan anda & keluarga dari api neraka karna mengkonsumsi uang yg tidak 'berkah' (dimakan ga jadi daging, timbangan dosanya sama dengan koruptor kakap)

14 May 2007

(masih di upaya "menyendat laju mental korup, Bab.III) Jika Ia berkehendak, maka Rupiah-pun tak perlu angkat 'bicara'

Kisah nyata ini terjadi pada 24 April 2007 lalu di SAMSAT-SIM Daan Mogot Jak-Bar. Untuk ke-2 kalinya saya harus datang untuk mengadu nasib di kelas Tes Tulis Pembuatan SIM-C (dimana minggu sebelumnya GAGAL dgn nilai 16 dgn minimum nilai lulus 18). Uang sebesar Rp. 119.000,- terpakai untuk penyelesaian administrasi ini-itu (test mata, Asuransi, bank,fotokopi). Gila!!! fotokopi di sana 4ribu perak u/ 4 lembar!!! buat rekan2 yg mau coba2 buat SIM siapkan aja dari rumah 4 lembar ok...

lanjut: Pagi itu dengan berbagai persiapan ; dari bangun subuh, masak, nyiapin para bidadari biar cantik2 dipagi hari de-el-el meluncurlah sy dgn si Mio dari Ujung tenggara Jakarta (Pondokranggon) menuju wilayah barat-pusat (Daan Mogot) berbekal do'a (1000 dinar), singkat cerita saya ikut disesi pertama tes (jam.9 pagi) ngincer soal yg sama eh, ga nemu, entah memang lagi2 otak2 saya yg ngga nyampe u/ jawab ke-30 soal itu atau apa lagi2 untuk ke-2 kalinya tes tulispun dinyatakan GAGAL SKOR 13 (Gubraxx.!!!!!). Antara percaya dan tidak saya berusaha tenang nrima hasil tersebut. tidak percaya; karna perasaan soal2nya tidak begitu menyulitkan mengingat ini kali ke-2. Dua kali turun naik ruang tes karna berniat (ambil jalan pintas) tanya2 kira berapa harga jalan pintas tsb (berapa? antara 280 ribuan!!!!) SAMA JUGA BO'ONG mending skalian aja nembak pake calo dari awal .

Untuk teman2 ketahui bahwa meski terpampang di Papan pengumuman secara BESAR2AN yang memperingati agar para calon pembuat SIM menghindari Jasa Perantara/Calo, itu BULLSH***T!!! tetap saja mata sy ini melihat oknum2 berseragam yg menawarkan 'jasa' itu di dalam gedung!!! BUJUG (betawiiii) Bahkan dari radius 300 meter sebelum pintu gerbang itu banyak orang2 'aneh' (tadinya sy pikir demikian) yang slalu mendelak-delik sambil melambai2kan tangan kearah pengguna jalan...(eh, ga taunya CALO2..) harga yg ditawarkan antara 350-450 ribu. katanya ada yg bisa proses langsung Foto...(hebat2222...)

Lalu bagaimana dgn nasib saya yg gagal tes tulis u/ ke-2 kalinya namun hari itu atas Kuasa Allah SWT, SIM-C bisa saya bawa pulang tanpa mengeluarkan rupiah tambahan?? terlalu panjang u/ dikisahkan tapi intinya hari itu saya bertemu seseorang yg juga complain karna merasa masih'keluarga POLRI' tapi kok dipersulit?? (nepotism..) maka diakuilah saya sebagai temannya.

Sebelumnya saya berfikir u/ melancarkan mental korup dng mengambil jalan pintas asal ga mahal2!!! 100-150 ribu rupiah tambahan sih masih berani sy relakan...

Beberapa orang harus kami temui u/ mendapatkan 'kelancaran' ini sampailah pada orang yang dimaksud (menjabat ka.bagian) Si teman 'dadakan' Saya ini sewot didepan Bliau, telpon bapaknya yang pensiunan Polri & abang iparnya yang 'katanya' ajudan Kapolri (waxxx!!!) Sikabag. ini aga JIPER rupanya setelah ngobrol langsung dng sang ajudan via telpon 'teman dadakan' saya ini. Akhirnya masuklah kita berdua dlm daftar memo khusus "KELUARGA POLRI" bersama seorang Wartawan Infotainment, meski bliau sempat menyanakan ke saya "Nah kalo kamu apanya yang POLRI" (haaaa, dngn nyengir...ada sih pak paman saya pensiunan tapi...) memang paman sy jg ada pens.POLRI 'bintang satu' tapi ga usah disebut karna dng didomplengi ke ajudan Kapolri oleh teman dadakan sy ini toh SEMUA LANCAR...

tes praktek sengal-senggol dikit "lolos" (temen sekantor tes praktek ke-3 baru lolos karna nyelipin 100 ribu..), foto, & pulangg deh...!!!!

Jadi menurut rekan2 siapakah yg hari itu MENOLONG SAYA???? sy coba kontak dng teman dadakan saya itu tapi ga pernah bisa sampai hari ini. Kemanakah dia??? (ayat 1000 dinar memang TOB) meski tidak secara langsung, tapi semoga pengalaman ini cukup menyendat 'rezeki-korup' para calo...